Nah... ini dia foto para penerima KGSP 2008 untuk belajar bahasa korea di pai chai university. Banyak ya? nah, diantara orang orang ini ada 3 orang indonesia yang beruntung. Salah satunya yang ada pada posisi nongkrong no 2 dari kanan..he..he.. that's me...
Rabu, 03 September 2008
Pai Chai KGSP Holders 2008
Nah... ini dia foto para penerima KGSP 2008 untuk belajar bahasa korea di pai chai university. Banyak ya? nah, diantara orang orang ini ada 3 orang indonesia yang beruntung. Salah satunya yang ada pada posisi nongkrong no 2 dari kanan..he..he.. that's me...
Senin, 01 September 2008
Yok 욕









stasiun
bangun pagi, sahur, tidur lagi, solat, tidur lagi, bangun lagi jam 7 utk siap2 berangkat ke Seoul utk lapor diri ke KBRI. Walaupun tadinya yg berencana berangkat banyak, tp akhirnya cuman berempat. Gw, Euis, Deddy sama Flavio. Dari Dorm, naek taksi cuma 6500 won sampe Daejon-yok. Cuma sekedar catatan, kebanyakan supir taksi disini nyetir kaya Michael Schumacher atau para supir angkot di Indonesia. Berheni mendadak, belok dgn kecepatan tinggi, salip sana sini, persis supir angkot kejar setoran. Bedanya taksi disini canggih euy. Ada TV LCD, dan GPSnya
Berbekal tanya sana sini, kita berhasil juga. Dari Daejn yok, kita naek kereta yang termurah, namanya mugunghwa. Harga tiketnya sampe Seoul-Yok 10,000. Emang kalo dikurs ke rupiah mahal (100 rb), cuma dibandingin yang lain, KTX dan Semaul, ini yang paling murah. Untuk KTX dengan jangka waktu 1 jam, kita harus merogoh kocek 20.500 won. Semaul, dengan karal tempuh 1 jam 40 menit, 14.000 won
Walaupun termurah, Mugunghwa bagi kami dari Indonesia serasa kelas ekskutif. Ada AC, tempat duduk lapang, nyaman deh pokoknya. Oh ya, disini juga ada tiket berdiri. harganya lebih murah 1500 won. Dikit ya? daripada bediri 2 jam, mending kt beli tiket duduk aja. Ada beberapa orang korea yang beli tiket berdiri. Beberapa orang korea ada yg cukup tertib. Maksudnya begini, karena mereka beli tiket berdiri, walau ada bangku kosong, mereka tak mau dudukin tu bangku. Ada juga sih yang nakal sampe ditegur petugas atau penumpang yang bangkunya didudukin. Tapi jumlahnya nggak banyak
Inget nggak kalo naek kereta ekonomi di Indonesia? mirip pasar berjalan deh! lo mau cari apa aja ada. Peniti, tisu, permen, gunting kuku, sampe kadang (maaf) pembalut juga. Nah, disini juga ada yang jualan. Tapi lebih tertib. Mereka biasanya pegawai KORAIL-nya (PJKA nya korea) dia bolak balik hanya 1 kali.
Nah, ternyata di Korea banyak sawah juga sepanjang jalan kereta. Kirain yang ada cuman gedung ama pabrik doang. Sawahnya mirip2 di Indonesialah. Metode tampaksiring juga dipake disini.
Sampe di Seoul-Yok, kita tanya2 lagi dan naik subway line 1. Tiketnya murah koq, cuma 1000 won. Tadinya sih sempet mau naek yang no 5, karena disaranin temenya Euis. Tp akhirnya kt pake yg 1. Ternyata naek kereta/subway tu nyaman bgt. Jauh lebih nyaman dari bis. Makanya dua benda ini jadi andalan transportasi org2 korea. Enak juga siy kalo di Indonesia ada subway.
Tadinya sih kita mau jalan dari Seoul Yok, tapi karena hujan, terpaksa naek taksi sampe KBRI. PAdahal deket banget. Urgh! sebel! karena ujan kita gak jadi jalan2. Padahal di KBRI kita cukup lama ngantri bareng TKI karena dipotong istirahat. Payung cuma satu. Itupun dipake sama Euis dan Flavio. Kasian, diantara kita berempat cuma Flavio yg gak ada rambut...he...he... jadinya payung pake dia aja dah. Gw bawa jaket. Walau gak anti air, lumayan buat protection. Yg kasian sih pak Dedy. Dia gak bawa apa apa, jd cuma berlindung di balik tas. Apalagi dia abis sakit. Kt cuma lihat pertokoan ama apartemen di sekitar KBRI doang.
Gak sengaja, di jalan ketemu ama Ruslim yg mau lapor. Cuma kita dah selesai. Lim, alat mandi lu masih di gw nih!
Masih tanya2 (dan tanya lagi dengan orang yang sama... malu neh...), kt pesen subway dan tiket untuk pulang. Sebelum pulang, kt nemenin Flavio makan dulu. Kasian, masa di nungguin kita ampe buka. Apalagi dia tadinya khan mau jalan2. Eh, karena ujan, dia cuma nemenin kt doank.
ternyata, di restaurant kt ketemu tentara korea. Gak cuma disini, kayaknya di setiap stasion mereka nongkrong lho!
Sampe di Daejon Yok, kita naek taksi lagi utk ke pai chai dorm. Kali ini nyampe 10.000 won lebih!!! mungkin karena macet ya... Kali ini Daejon gak beda jauh dengan jakarta. Macet, cet! kita sampe pas buka puasa
Pulangnya, gw dan Dedi diajak buka bareng sama marroco group + arabian n algerian. Wah, buka puasanya mewah banget. Kt jadi sungkan cuma bawa roti 2 biji. Abis itu kita solat magrib bareng. Yg imam orang Algeria. Abis itu...ahhhh istirahat dulu ya...capek nih seharaian jalan2... caw
Sabtu, 30 Agustus 2008
Deiksis dalam bahasa korea
kali ini topiknya agak sedikit berbau linguistik. tapi akan gw buat sesederhana mungkin. secara literal deiksis artinya menunjuk. bisa menunjuk pada tempat, waktu, persona, maupun status sosial. seperti yang kita tahu, tiap bahasa memiliki karakteristik deiksis yang unik. misalnya saja bahasa inggris punya deiksis tempat : this, these, that dan those. mereka sangat sensistif dengan jumlah
dalam bahasa korea, untuk mengucapkan ini dan itu tidak sesederhana dalam bahasa indonesia. misal, kita ingin bertanya, apa ini? atau apa itu?. semua tergantung dari jarak pembicara.
misal untuk 'apa itu?'. dalam bahasa korea, jika orang yang diajak bicara berdekatan dengan si pembicara maka yang digunakan adalah .... tapi jika yang diajak bicara dekat dengan benda yang ditunjuk, maka digunakan ...
yang unik juga adalah mengatakan good bye. good bye bisanya di reply dengan goodbye juga dalam bahasa inggris. namun dalam bahasa korea, orang yang meninggalkan mengatakan, 'anyeong hi gyeseo' sedangkan orang yang ditinggalkan mengatakan, 'anyeong hi kaseyo
dalam bahasa korea, untuk mengucapkan ini dan itu tidak sesederhana dalam bahasa indonesia. misal, kita ingin bertanya, apa ini? atau apa itu?. semua tergantung dari jarak pembicara.
misal untuk 'apa itu?'. dalam bahasa korea, jika orang yang diajak bicara berdekatan dengan si pembicara maka yang digunakan adalah .... tapi jika yang diajak bicara dekat dengan benda yang ditunjuk, maka digunakan ...
yang unik juga adalah mengatakan good bye. good bye bisanya di reply dengan goodbye juga dalam bahasa inggris. namun dalam bahasa korea, orang yang meninggalkan mengatakan, 'anyeong hi gyeseo' sedangkan orang yang ditinggalkan mengatakan, 'anyeong hi kaseyo
dokteukhan




unik
Gedung gedung di paichai memang unik. Dua gambar paling atas menunjukan pintu gerbang dan sitemap paicahi yang desainya bagi gw bener2 baru. gedung lain ada yang memang benar benar didesain secara futuristik. contohnya saja gedung 21st century hall yang ada di bagian kiri bawah. di gedung ini ada international office-nya pai chai, dan bank.
Sebagian gedung, biasanya asrama berbentuk bangunan klasik seperti bangunan eropa. Lihat gedung warna merah? GEdung ini dibuat dengan bata merah pilihan, tanpa diplester. arsitekturnyapun sederhana. meski begitu, biasanya tiap gedung dilengkapin ama gadget yang canggih canggih. internet disini juga free dan cpet banget
Jumat, 29 Agustus 2008
pab/ 밥
nasi.
kali ini ada huruf hangeulnya. baru sekali ini ngenet di internet cafenya dorm. keyboard disini ada hangeulnya....
wah, hari ini tidak ada jatah makan. tiap sabtu minggu, kafe kampus liburrrr. jadi, kita harus makan di luar. pagi ini gw dan dedi makan roti untuk sarapan. tapi siang kita harus cari makan di luar. Cik mey masih solat dan butuh waktu setengah jam lagi. sambil nunggu, gw coba telpon no yg dikasih samsul, anak NIIED juga. kata dia, pemilik ni nomer orang indonesia, yang tahu letak masjid di daejon. Lha, udah susah susah berjuang, yang ngangkat malah orang korea... yah, apes deh. ilang 100 won guw.
abis itu, gw tengok kanan kiri, dedi or cik mey dah ga ada. wah, pasti mereka makan duluan. i went down town to find them. nyerah juga gw. gw balik ke atas, n makan di tempat kemaren. tapi disana juga nggak jumpa ama mereka. ya udah, pesen makanan sendiri dech. mungkin mereka makan di tempat lain
habis itu gw pesen sogogi/ 소고기/daging sapi. gak berapa lama, datenglah dedi ama cik mey ini. "dari mana?" gw tanya. "kita di florist' kata cik mey. 'pasti dia sangka kita tinggal dia' dia bilang sama dedi. ah, sudahlah, yang penting kita sudah bertemu. mereka berdua pesen ikan. tapi pertama sempet salah juga. mereka bilang mulgogi물구기. tapi disangka waitressnya, so gogi, seperti yg gw makan. salah deh. baru pas gw tunjukin huruf hangeul lewat kamus alfa link gw yang mahal itu, mereka ngerti
kekonyolan gak berhenti sampai disitu. gw cuma minta nasi dibungkus dua, tapi...ya ampun.... susahnya....mesti dibantu semuas orang yang ada disitu, like 6 people. harganya pun lumayan mahal. daging sapi sama nasi 3, it cost 6500 won atau 65.000
kali ini ada huruf hangeulnya. baru sekali ini ngenet di internet cafenya dorm. keyboard disini ada hangeulnya....
wah, hari ini tidak ada jatah makan. tiap sabtu minggu, kafe kampus liburrrr. jadi, kita harus makan di luar. pagi ini gw dan dedi makan roti untuk sarapan. tapi siang kita harus cari makan di luar. Cik mey masih solat dan butuh waktu setengah jam lagi. sambil nunggu, gw coba telpon no yg dikasih samsul, anak NIIED juga. kata dia, pemilik ni nomer orang indonesia, yang tahu letak masjid di daejon. Lha, udah susah susah berjuang, yang ngangkat malah orang korea... yah, apes deh. ilang 100 won guw.
abis itu, gw tengok kanan kiri, dedi or cik mey dah ga ada. wah, pasti mereka makan duluan. i went down town to find them. nyerah juga gw. gw balik ke atas, n makan di tempat kemaren. tapi disana juga nggak jumpa ama mereka. ya udah, pesen makanan sendiri dech. mungkin mereka makan di tempat lain
habis itu gw pesen sogogi/ 소고기/daging sapi. gak berapa lama, datenglah dedi ama cik mey ini. "dari mana?" gw tanya. "kita di florist' kata cik mey. 'pasti dia sangka kita tinggal dia' dia bilang sama dedi. ah, sudahlah, yang penting kita sudah bertemu. mereka berdua pesen ikan. tapi pertama sempet salah juga. mereka bilang mulgogi물구기. tapi disangka waitressnya, so gogi, seperti yg gw makan. salah deh. baru pas gw tunjukin huruf hangeul lewat kamus alfa link gw yang mahal itu, mereka ngerti
kekonyolan gak berhenti sampai disitu. gw cuma minta nasi dibungkus dua, tapi...ya ampun.... susahnya....mesti dibantu semuas orang yang ada disitu, like 6 people. harganya pun lumayan mahal. daging sapi sama nasi 3, it cost 6500 won atau 65.000
digeun harabochi
kakek tua
pagi pagi mau capoeira, ketemu sama zaur yang lagi ngobrol sama orang tua. orang ini bisa bahasa inggris sedikit, jadi kita tanya2. hanguk mal ...? artinya, bahasa koreanya....?diajarilah beberapa kata, achim=sarapan, yo haksaeng=siswa perempuan, do haksaeng=siswa laki2, sonsaengnim=guru, istri, puin, majayo=right, an gureyo=tidak benar. terus dia bilang, harabochi=kakek. terus dia bilang umurnya sudah 64. punya 12 cucu, yang 2 cucu asuh. kalo tua? gw tanya. dia bilang, digeut. gw sambung aja, kakek tua=digeun harabochi
pagi pagi mau capoeira, ketemu sama zaur yang lagi ngobrol sama orang tua. orang ini bisa bahasa inggris sedikit, jadi kita tanya2. hanguk mal ...? artinya, bahasa koreanya....?diajarilah beberapa kata, achim=sarapan, yo haksaeng=siswa perempuan, do haksaeng=siswa laki2, sonsaengnim=guru, istri, puin, majayo=right, an gureyo=tidak benar. terus dia bilang, harabochi=kakek. terus dia bilang umurnya sudah 64. punya 12 cucu, yang 2 cucu asuh. kalo tua? gw tanya. dia bilang, digeut. gw sambung aja, kakek tua=digeun harabochi
chin gu
teman
well, people here come from all around the world. Anehnya, selain inggris, kebanyakan mereka bisa bahasa rusia. Tin dan eldour dari uzbekistan, toni dari kirgiztan, maxim dari belarus, zaur dari azerbaijan, mikhail dari rusia. their countries, used to be soviet union. Bahkan euis dari indonesia juga bisa bahasa rusia! oh my god, there're to many people speaking russian here:)
selain rusia, bahasa yang banyak dikuasai ialah prancis. teman2 dari afrika pasti bisa bahasa ini, seperti flavio dari guinea piseau, terus...siapa ya.. perempuan dan laki dari senegal... they dont speak a lot to me. ada lagi ilyas, dan zaki, muslim dari maroko. mereka juga bisa bahasa perancis.
habis itu mungkin bahasa indonesia dan melayu. gue, dedi euis, serta dua orang malaysia, akmal dan cik mey bisa komunikasi lumayan lancar.
kemampuan berkomunikasi orang memang beda2. yang paling bagus sepertinya cik mey (namanya azman. dia tak mau dipanggil pak. katanya, 'tua kali nampaknya'). it seems that he knows a lot of things, espescially politics and religion. dia juga dah ke beberapa negara. in turn, he has a lot to say
well, people here come from all around the world. Anehnya, selain inggris, kebanyakan mereka bisa bahasa rusia. Tin dan eldour dari uzbekistan, toni dari kirgiztan, maxim dari belarus, zaur dari azerbaijan, mikhail dari rusia. their countries, used to be soviet union. Bahkan euis dari indonesia juga bisa bahasa rusia! oh my god, there're to many people speaking russian here:)
selain rusia, bahasa yang banyak dikuasai ialah prancis. teman2 dari afrika pasti bisa bahasa ini, seperti flavio dari guinea piseau, terus...siapa ya.. perempuan dan laki dari senegal... they dont speak a lot to me. ada lagi ilyas, dan zaki, muslim dari maroko. mereka juga bisa bahasa perancis.
habis itu mungkin bahasa indonesia dan melayu. gue, dedi euis, serta dua orang malaysia, akmal dan cik mey bisa komunikasi lumayan lancar.
kemampuan berkomunikasi orang memang beda2. yang paling bagus sepertinya cik mey (namanya azman. dia tak mau dipanggil pak. katanya, 'tua kali nampaknya'). it seems that he knows a lot of things, espescially politics and religion. dia juga dah ke beberapa negara. in turn, he has a lot to say
jagosigae
perkenalan
anyeong haseyo. Mannaseo ban-gapsseumnida. Jeoneun prihantoro rago haeyo. Jeoneun pai chai hak daeng isseoyo. Jeoneun indonesia, semarango wasseoyo.
anyeong haseyo. Mannaseo ban-gapsseumnida. Jeoneun prihantoro rago haeyo. Jeoneun pai chai hak daeng isseoyo. Jeoneun indonesia, semarango wasseoyo.
imoyo
apa ini?
nah, ini ungkapan paling penting for second language learners. dengan pertanyaan ini, kita bisa memperoleh kata benda, dan tidak menutp kemungkinan juga kelas kata yang lain.
nah, ini ungkapan paling penting for second language learners. dengan pertanyaan ini, kita bisa memperoleh kata benda, dan tidak menutp kemungkinan juga kelas kata yang lain.
Kamis, 28 Agustus 2008
duiji gogi an mogayo
i don't eat pork
makanan jadi salah satu masalah disini. selain harga yang mahal jika dikurskan ke rupiah, kehalalnya juga perlu dipertanyakan. hampir setiap hari menu di cafe asrama/suksa, adalah daging babi. maka ketika gw makan di cafe, gw mesti bilang, duiji gogi an mogayo, yang artiny saya tidak makan daging babi. Atau bisa juga dengan menyilangkan tangan sambil bilang duiji gogi. atau 'duiji gogi, anio'.
menu yang aman mungkin adalah rameon, atau mi. rasanya sih sama aja, cuma sayuranya beda
makanan jadi salah satu masalah disini. selain harga yang mahal jika dikurskan ke rupiah, kehalalnya juga perlu dipertanyakan. hampir setiap hari menu di cafe asrama/suksa, adalah daging babi. maka ketika gw makan di cafe, gw mesti bilang, duiji gogi an mogayo, yang artiny saya tidak makan daging babi. Atau bisa juga dengan menyilangkan tangan sambil bilang duiji gogi. atau 'duiji gogi, anio'.
menu yang aman mungkin adalah rameon, atau mi. rasanya sih sama aja, cuma sayuranya beda
bissan-ssan
mahal-murah
oh ya, disini gak ada angkot. jadi transportasi yang diandelin tuh taxi... alamak, mahal/bissan bgt kalo dikaliin rupiah. yah, ini pengaruh rupiah yang memang lemah, gak cuma sama dolar, tapi sama won juga. Cuma mi,tok rameon, doang abis 2500 won or 25 rebu. bayangin aja kalo lu beli nasi padang dah dapet berapa bungkus? plus disini banyak daging babi. harus ati2. Duiji gogi an mogoyo (saya tidak mau daging babi), gitu bilangnya sama waitressnya.
walau ada yang mahal, tapi ada juga yang murah. harga hp disini sama dengan harga sprei medium, 20000 won. info juga dari ilyas, salah sorang pelajar dari moroko, barang2 second juga masih bagus! ini karena org korea suka ikut mode. baru beli TV A, beli lagi TV B. yah gitu dech...cuma karena beasiswa belum turun, ya everything is bissan :)
oh ya, disini gak ada angkot. jadi transportasi yang diandelin tuh taxi... alamak, mahal/bissan bgt kalo dikaliin rupiah. yah, ini pengaruh rupiah yang memang lemah, gak cuma sama dolar, tapi sama won juga. Cuma mi,tok rameon, doang abis 2500 won or 25 rebu. bayangin aja kalo lu beli nasi padang dah dapet berapa bungkus? plus disini banyak daging babi. harus ati2. Duiji gogi an mogoyo (saya tidak mau daging babi), gitu bilangnya sama waitressnya.
walau ada yang mahal, tapi ada juga yang murah. harga hp disini sama dengan harga sprei medium, 20000 won. info juga dari ilyas, salah sorang pelajar dari moroko, barang2 second juga masih bagus! ini karena org korea suka ikut mode. baru beli TV A, beli lagi TV B. yah gitu dech...cuma karena beasiswa belum turun, ya everything is bissan :)
kkaekkutan
Clean
sebenernya in one or more ways, korea gak beda dengan indonesia. Gw sempet kena macet di jalan tol, dan gak cuma sekali. mirip kan ama di jakarta? cuma, di korea gak banyak motor/ otobai. yang banyak banget tentu aja mobil. oh ya, walaupun banyak mobil, tapi disini bersih lho! gak ada kecium bau asep knalpot. penyebabnya adalah hampir semua mobil, menggunakan bahan bakar gas yang ramah lingkungan/hwangeong chinwa jeogin. dan ramah manusia juga sih.
sebenernya in one or more ways, korea gak beda dengan indonesia. Gw sempet kena macet di jalan tol, dan gak cuma sekali. mirip kan ama di jakarta? cuma, di korea gak banyak motor/ otobai. yang banyak banget tentu aja mobil. oh ya, walaupun banyak mobil, tapi disini bersih lho! gak ada kecium bau asep knalpot. penyebabnya adalah hampir semua mobil, menggunakan bahan bakar gas yang ramah lingkungan/hwangeong chinwa jeogin. dan ramah manusia juga sih.
Yongo? Anio
bisa bahasa inggris? tidak
mungkin hampir begitu semua respon yang gw dapet di korea. kebanyakan mereka gak bisa bahasa inggris. Di airport aja hampir semua petugas gak bisa bahasa inggris, kecuali bagian imigrasi dan informasi. ketika sampai di asrama, gw jg tanya sama oang deket sini. Elevator? Lift? kemudian dia menyilangkan tangan, artinya gak ada
mungkin hampir begitu semua respon yang gw dapet di korea. kebanyakan mereka gak bisa bahasa inggris. Di airport aja hampir semua petugas gak bisa bahasa inggris, kecuali bagian imigrasi dan informasi. ketika sampai di asrama, gw jg tanya sama oang deket sini. Elevator? Lift? kemudian dia menyilangkan tangan, artinya gak ada
Langganan:
Postingan (Atom)
